Gadis yang solehah malunya mengatasi perawan,beraninya mengatasi pahlawan, cintanya bukan pada gambaran, rindunya bukan pada pertemuan tetapi hatinya tersirat taqwa dan iman…
"Sebuah pengalaman cukup menerangkan kepada kita..
bahawa erti kehidupan yang sebenarnya...
bahkan mengajar kita siapakah Allah yang hakiki..
pengalaman yang menyedihkan cukup memberi kesan dihati..
pada hati yang mudah tersentuh...telus...dan halus...
Namun ucapan"aku tak mampu Ya Allah" biasa terkeluar dari hati kita...
sedarlah..semua ini mengajar kita kematangan hidup...
erti menjadi seorang mukmin yang sejati..
Tidak mengapa kita merintih..
akan tetapi rintihlah kamu pada Ilahi..
kerana Dia sememangnya menanti rintihan hambaNya..
tak mengapa ..rintihlah semahu-mahu kalian..
Allah tak pernah menolak kehadiran kita..
kita saja..yang menolakNya..
Nauzubillah...
Andai tiada pengalaman ini..
adakah kita akan mengingati Allah...
tepuk dadamu..
tanyalah imanmu..
kerana apa..imanmu..bisa memberi jawapan yang paling jujur...
kesenangan kan datang setelah kesulitan kau tempuhi...
ingatlah duhai sahabat..
tidak Allah mencabut sesuatu itu dalam jiwa kita melainkan Dia menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik...
Nantikanlah hikmahNya..pasti dirimu tersenyum penuh keredhaan..
Barangsiapa bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberi rezeki kepadanya tanpa di sangka-sangka.
Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkannya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
Teguh imanmu walau tersembunyi
Kasihmu kau buktikan sebagai isteri
Namun cintamu untuk Ilahi
Engkau masih isteri yang sejati
Ketika suami dimurka Allah
Istana bukan penjara nikmat yang alpa
Sinar imanmu tak kelam permata
Kau miliki jiwa hamba
Walau di sisimu singgahsana
Sejarah Asiah telah membuktikan
Iman bukanlah penjara di jiwa
Yang selamanya bersembunyi
Tapi kemerdekaan yang hakiki
Yang punya wajah dan jua rupa
Akhirnya imanmu bersuara
Lantas kau dipenjara dan diseksa
Oleh suamimu yang dihina
Di kejauhan istana keangkuhan
Menggamit mata sayunya di jiwa
Namun hatimu tak sudi ke sana
Iman dan akidah lebih utama
Ratu syahadah lalu bermadah
Oh Tuhan binakan istana untukku
Walaupun di dunia ku diseksa
Namun tak terbayar nikmat di syurga
Oh Asiah kau merubah rencana
Bila tanganmu menyentuh bayi
Yang hanyut menongkah arus Sungai Nil
Lembutmu mematahkan keangkuhannya
Firaun merancang kau menghalangnya
Musa terbuang jadi terbilang
Ya Allah…Ya Allah…
Senilagu: Putra Aiman (Hijjaz Records Sdn. Bhd.)
Senikata : Pahrol Md. Juoi (Hijjaz Records Sdn. Bhd.)
Hakcipta : Hijjaz Records Sdn. Bhd.





